Jaman UMPT di UNS
Oleh : Sasmito Pribadi (Kacabdin Pacitan)
Hari-hari ini para lulusan putih abu-abu sedang berada pada salah satu puncak perjuangan yaitu seleksi masuk perguruan tinggi jalur tes. Ingatanku kembali pd tahun 1991 ketika aku lulus dari sebuah SMA negeri ternama di Ponorogo. Aku mencoba menaruh harapan masa depan dengan mendaftar masuk perguruan tinggi melalui UNS. Pikirku.., ah..aku ambil yg tidak terlalu jauh lah dg tempat tinggalku.
Hari demi hari terus berlalu, aku jg masih bingung dimana nanti aku tinggal ketika mendaftar. Akhirnya aku diberitahu oleh kakakku bahwa ada tetangga satu desa yg kuliah di UNS namanya Pitulus, dia jurusan FPOK yang tinggal atau kos di daerah Manahan. Tapi orangnya sudah meninggal beberapa tahun lalu di Sorong Papua, karena ditempatkan jadi guru salah satu sekolah di sana.
Akhirnya tibalah waktu aku mendaftar, aku berangkat sendiri dengan membawa berkas2 pendaftaran. Naik bis dari terminal Ponorogo menuju terminal Madiun, lalu naik bis jurusan Solo-Jogja turun terminal Tirtonadi Solo. Sepanjang perjalanan sambil terus berimajianasi dan berandai-andai aku diterima kuliah di UNS pastinya akan sering naik bis seperti ini. Tibalah di terminal Solo, aku masih mencari tengok sana tengok sini Mas Pitulus, nampaknya belum menjemput. Karena waktu itu tidak ada telepon/hp jadinya hanya main insting dan perasaan saja. He.. he....
Setelah aku menunggu agak lama, munculah Mas Pitulus dengan 2 teman, tiga orang dengan bodi gempal2 karena memang sebagai mahasiswa jurusan olah raga. Kemuadian kami berjalan kaki dari terminal Tirtonadi ke tempat kos di Manahan, lumayan jauh tapi asyik sambil aku dengarkan obrolan, mereka ternyata mengambil program minornya karate, sembari mereka berjalan sambil berlatih tendangan-tendangan dan pukulan. Aku lupa, sempat mendengar yg satunya rumahnya Kebumen, dan lulus mendaftar perwira karir.
Besoknya beliau bertiga juga mengantarkan mendaftar di rektorat UNS kampus kentingan, wahh..antriannya sangat mengular, tapi aku nikmati proses itu. Waktu terus berjalan, aku kembali lagi ke Manahan dan menumpang di kos Mas Pitulus lagi. Sehari sebelum tes, aku diantar melihat tempat tes, di SMPN 3 Surakarta (depannya Mangkunegaran). Aku terus berdoa dengan harapan tes dapat aku selesaikan dengan lancar, pada saat tes pensil 2b terus berputar-putar mengarsir bundaran2 pada lembar LJK, dengan terus berdoa dalam hati "hasbunallah wanikmal wakil nikmalmaula wanikman nasir" memohon pertolongan Allah SWT.
Hari yang aku tunggu-tunggu tiba, hari pengumuman, pagi-pagi jam 04.00 aku sudah ke kota utk membeli koran, koran aku buka lebar-lebar di teras depan toko mas dewi Ponorogo. Aku lihat kata demi kata karena tulisan relatif sangat kecil. Dan...ALHAMDULLAH nama ku muncul di pilihan ke 2 di UNEJ. Aku langsung pulang seperti melayang senang dan haru. Aku sampaikan pada kedua orang tuaku. Itulah sekelumit perjalanan hidupku. Salam literasi.

Komentar
Posting Komentar